RRI.CO.ID, Biak – Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di Tanjung Barari kampung Mnurwar, Biak Numfor pada Kamis 29 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari peluncuran program 10.000 mangrove untuk perlindungan ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Petrus Sroyer, S.STPi., M.Si. selaku Kabid Pengelolaan Ruang Laut DKP Propinsi Papua, Effendi Igirisa, S.Pi., MM Kadis Perikanan Biak Numfor, dan Kadis Pariwisata Turbey O. Dangeubun, S.Pi., M.Si turut hadir. (Foto: LMMA Indonesia)
Lebih dari 100 perempuan terlibat dalam persiapan, pembibitan, dan penanaman, khususnya di wilayah yang pernah terdampak tsunami, guna melindungi desa dari abrasi dan gelombang tinggi.
Program ini didukung oleh COAST Facility Indonesia, dilaksanakan bersama Indonesia Locally Managed Marine Area (ILMMA) serta mitra pemerintah untuk kegiatan penanaman mangrove: Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jayapura, Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Badan Pengelola Kelautan (BPK) Kupang, SATPEL Biak.



