Skip to main content

Jayapura, Jubi – Direktur The Indonesia Locally Managed Marine Area (ILMMA), Clift Marlessi mengatakan lautan di tanah Papua sangat luas tetapi peminat laut dan peneliti sangat kurang.

“Memang sangat sedikit peneliti maupun aktivis laut berbeda dengan daratan tanah dan hutan,” katanya dalam diskusi bertema ‘Menuju Pengelolaan Berkelanjutan Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Papua’ di Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026).

Dia mengatakan potensi laut di Tanah Papua sejak dulu telah dijaga secara bijaksana dan ramah lingkungan. “Sebenarnya dalam melaksanakan sasi atau sasisen dalam menjaga wilayah terumbu karang dan laut bukan karena konservasi tetapi untuk security food menjaga sumber makanan terutama ikan,” katanya.

Hal senada juga dikatakan peneliti dari BRIN, Dedi Supriadi Adburi bahwa lingkungan laut di Tanah Papua dan Maluku masih terlihat baik karena praktik sasi dan kearifan lokal yang masih terjaga dan terus dilakukan. “Saya berharap akan tetap terjaga sampai ke depan dengan kebijakan yang baik dan konsisten,” katanya.

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

Lebih lanjut dia mengatakan di wilayah Timur Indonesia telah ditetapkan sebanyak 1.200 titik terdapat berbagai praktik kearifan lokal atau marine policy.

“Memang Indonesia banyak terdapat hutan mangrove tetapi negara paling tinggi deforestasi hutan mangrove,”katanya seraya menambahkan warga pesisir justru tingkat kemiskinan tertinggi. (*)

Sumber: https://jubi.id/mamta/2026/potensi-laut-di-tanah-papua-luas-tapi-sepi-peminat/

Gagal mengambil konten. Cek URL paste kamu.